Loading...

Rabu, 16 Maret 2011

KEAMANAN DATA BSE

KEAMANAN SISTEM DATABASE
Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik
dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan.
Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang
bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap
perusahaan/organisasi yang memiliki system database.
Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja,
tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi
database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras,
perangkat lunak, orang dan data.
Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang
yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut
Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada
suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan
pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system databa
Keamanan merupakan suatu proteksi terhadap pengrusakan data dan pemakaian data oleh
pemakai yang tidak punya kewenangan.
System yang aman memastikan kerahasian data yang terdapat didalamnya. Beberapa
aspek keamanan yaitu :
 Mambatasi akses ke data dan servis
 Melakukan autentifikasi pada user
 Memonitor aktivitas-aktivitas yang mencurigakan
Keamanan database dapat dikelompokan sebagai berikut :
 Pencurian dan penipuan.
Pencurian dan penipuan database tidak hanya mempengaruhi lingkungan database
tetapi juga seluruh perusahaan/organisasi. Keadaan ini dilakukan oleh orang,
dimana seseorang ingin melakukan pencurian data atau manipulasi data, seperti
saldo rekening,transaksi,transfer dan lain-lain. Untuk itu fokus harus dilakukan
pada kekuatan system agar menghindari akses oleh orang yang tidak memiliki
kewenangan.
 Hilangnya kerahasiaan dan privasi
Suatu data dapat memiliki nilai kerahasiaan, karena data tersebut merupakan
sumber daya yang strategis pada perusahaan, maka pada kasus ini data tersebut
harus diamankan dengan memberikan hak akses pada orang tertentu saja.
 Hilangnya integritas
Integritas ini berkaitan dengan akurasi dan kebenaran data dalam database, seperti
data korup.Hal ini akan secara serius mempengaruhi perusahaan/organisasi.
 Hilangnya ketersediaan
Hilangnya ketersediaan berarti data, system, keduanya tidak dapat diakses,servis
mati, yang tentunya secara serius sangat mempengaruhi perusahaan/organisasi.
Saat ini banyak perusahaan yang membutuhkan kemampuan system yang aktif 7
x 24 , 7 hari 1 minggu.
Berdasarkan pengelompokan tersebut, tentunya banyak aspek yang harus kita perhatikan
demi terciptanya keamanan database. Bisa saja seseorang mencuri computer kita yang
berisi data penting, mungkin juga karyawan yang diberi hak untuk mengakses data
melakukan kejahatan dengan menjual informasi tersebut pada pihak lain demi
kepentingan pribadi.Hal-hal tersebut memang termasuk kendala keamanan database yang
harus mendapat perhatian, tetapi seorang administrator tidak dapat mengawasi kelemahan
tersebut. Seorang administrator hanya fokus pada sistem database itu sendiri, dan hal
inilah yang akan kita bicarakan.
Tentunya perkembangan teknologi mengharuskan suatu perusahaan untuk
mengimplementasikan system database yang bukan hanya aman tetapi juga mudah
diakses dan handal, menyala 7x24 jam, 7 hari 1 minggu tanpaoff.
Penyebaran informasi secara global sangat menguntungkan semua pihak. Dengan adanya
internet, komunikasi antar cabang, perusahaan, konsumen dan sebagainya semakin
mudah. Pemberian informasi mengenai perusahaan kepada masyarakat melalui internet
merupakan salah satu strategi komunikasi, marketing, public relation perusahaan
tersebut,adanya transaksi on line yang meningkatkan gaya hidup masyarakat dan lainlain.
Semua itu tidak terlepas dari suatu perkembangan system database dan tentunya
membuat keamanan menjadi rentan.
Sangatlah mudah dalam suatu lingkungan database diciptakan suasana yang menakutkan,
tanpa kepastian dan keraguan. Sebagai seorang administrator sangat perlu memperhatikan
kondisi tersebut. Tentukan resiko yang sebenarnya dan selidiki apa yang dapat dilakukan
terhadap kondisi itu. Sebenarnya kebanyakan database terkonfigurasi dalam keadaan
yang mudah ditembus, akan tetapi hal ini bukan berarti database tidak dapat dibuat aman
sebagaimana mestinya.
Acaman terhadap database
Serangan terhadap database
Secara garis besar keamanan database dikategorikan sbb:
 KeamananServer
Perlindungan Server adalah suatu proses pembatasan akses yang sebenarnya pada
database dalam server itu sendiri. Menurut Blake Wiedman ini adalah suatu sisi
keamanan yang sangat penting dan harus direncanakan secara hati-hati. Ide
dasarnya adalah kita tidak dapat mengakses apa yang kita tidak dapat lihat, atau
apakah kita ingin database server kita dapat dilihat diseluruh dunia? Database kita
bukanlah suatu web server,koneksi yang tidak dikenali tidak diijinkan.
 Trusted Ip Access
Setiap server harus dapat mengkonfigurasikan alamat ip yang diperbolehkan
mengakses dirinya. Kita tidak mengijinkan semua orang dapat mengakses server
kita sebagaimana kita tidak mengijinkan orang lain memasuki rumah kita tanpa
ijin. Jika server melayani suatu web server maka hanya alamat web server itu saja
yang dapat mengakses server database tersebut.Jika server database melayani
jaringan internal maka hanya alamat jaringanlah yang boleh menghubungi server.
Sangat perlu diperhatikan bahwa jangan pernah menggabungkan server database
web dengan server database informasi internal perusahaan anda, ini adalah suatu
mental yang buruk untuk seorang admin.
Gambar 1.
Trusted Ip Accessmerupakan server database terbatas yang hanya akan memberi respon
pada Ip yang dikenali saja.
 Koneksi Database
Saat ini semakin banyaknya aplikasi dinamis menjadi sangat menggoda untuk
melakukan akses yang cepat bahkan update yang langsung tanpa authentifikasi.
Jangan pernah berpikir demikian, ini hanya untuk seorang pemalas.Jika kita ingin
mengijinkan pemakai dapat mengubah database melalui web page, pastikan anda
memvalidasi semua masukan untuk memastikan bahwa inputan benar, terjamin
dan aman.Sebagai contoh, pastikan anda menghilangkan semua code SQL agar
tidak dapat dimasukan oleh user.Jika anda seorang admin yang membutuhkan
koneksi ODBC,pastikan koneksi yang digunakan unik.
 Kontrol Akses Tabel
Kontrol akses table ini adalah salah satu bentuk keamanan database yang sering
diabaikan,karena cukup sulit penerapannya. Penggunaan control akses table yang
benar dibutuhkan kolaborasi antara system administrator dengan pengembang
database. Hal inilah yang sulit dilakukan. Pemberian ijin user untuk mengakses
informasi dapat membuat informasi terbuka kepada public. Jika seorang user
mengakses informasi apakah akan dilihat menggunakan session yang sama? Atau
jika table digunakan sebagai referensi system mengapa ia diberikan ijin selain hak
membaca saja.
Perangkat keras
Kebakaran, banjir, bom,
pencurian, listrik, gempa,
radiasi, kesalahan mekanisme
keamanan
DBMS dan Program
Aplikasi
Kesalahan mekanisme
keamanan
Akses yang terlalu luas
Pencurian program
Kesalahan program
Jaringan
Komunikasi
Kabel yang
tidak terkoneksi,
radiasi
Database
Aturan / amandemen
yang tidak diotorisasi,
penduplikatan data,
pencurian data,
kehilangan data akibat
gangguan listrik
Pengguna Akhir
 Menggunakan hak
akses orang lain.
 Melihat & menutup
data yang tidak
diotorisasi
 Staf tidak di-training
 Pemasukan data
yang dilakukan oleh
yang tidak berhak.
 Virus
 pemerasan
Programmer /
Operator
 Membuat Password.
 Membuat program
yang tidak aman
 Staf yang tidak ditraining.
 Kebijakan
keamanan &
prosedur
 Pemogokan staf
Database
Administrator
 Kebijakan
keamanan &
prosedur
Penyalahgunaan Database :
1. Tidak disengaja, jenisnya :
a. kerusakan selama proses transaksi
b. anomali yang disebabkan oleh akses database yang konkuren
c. anomali yang disebabkan oleh pendistribuasian data pada beberapa komputer
d. logika error yang mengancam kemampuan transaksi untuk mempertahankan
konsistensi database.
2. Disengaja, jenisnya :
a. Pengambilan data / pembacaan data oleh pihak yang tidak berwenang.
b. Pengubahan data oleh pihak yang tidak berwenang.
c. Penghapusan data oleh pihak yang tidak berwenang.
Tingkatan Pada Keamanan Database :
1. Fisikal  lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara
fisik terhadap serangan perusak.
2. Manusia  wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk
mengurangi kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
3. Sistem Operasi  Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh
pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database
menggunakan akses jarak jauh.
4. Sistem Database  Pengaturan hak pemakai yang baik.
Keamanan Data :
1. Otorisasi :
 Pemberian Wewenang atau hak istimewa (priviledge) untuk mengakses sistem
atau obyek database
 Kendali otorisasi (=kontrol akses) dapat dibangun pada perangkat lunak dengan 2
fungsi :
 Mengendalikan sistem atau obyek yang dapat diakses
 Mengendalikan bagaimana pengguna menggunakannya
 Sistem administrasi yang bertanggungjawab untuk memberikan hak akses dengan
membuat account pengguna.
2. Tabel View :
 Merupakan metode pembatasan bagi pengguna untuk mendapatkan model
database yang sesuai dengan kebutuhan perorangan. Metode ini dapat
menyembunyikan data yang tidak digunakan atau tidak perlu dilihat oleh
pengguna.
Remote Client
ENKRIPSI
FIREWALL
In-Secure
Eksternal
Network
ENKRIPSI
Server DBMS
Otorisasi
Dan Akses
Local Client
Database
Secure
Internal
Network
(Intranet)
 Contoh pada Database relasional, untuk pengamanan dilakukan beberapa level :
1. Relasi  pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses
langsung suatu relasi
2. View  pengguna diperbolehkan atau tidak diperbolehkan mengakses
data yang terapat pada view
3. Read Authorization  pengguna diperbolehkan membaca data, tetapi
tidak dapat memodifikasi.
4. Insert Authorization  pengguna diperbolehkan menambah data baru,
tetapi tidak dapat memodifikasi data yang sudah ada.
5. Update Authorization  pengguna diperbolehkan memodifikasi data,
tetapi tidak dapat menghapus data.
6. Delete Authorization  pengguna diperbolehkan menghapus data.
 Untuk Modifikasi data terdapat otorisasi tambahan :
1. Index Authorization  pengguna diperbolehkan membuat dan menghapus
index data.
2. Resource Authorization  pengguna diperbolehkan membuat relasi-relasi
baru.
3. Alteration Authorization  pengguna diperbolehkan
menambah/menghapus atribut suatu relasi.
4. Drop Authorization  pengguna diperbolehkan menghapus relasi yang
sudah ada.
 Contoh perintah menggunakan SQL :
GRANT : memberikan wewenang kepada pemakai
Syntax : GRANT <priviledge list> ON <nama relasi/view> TO <pemakai>
Contoh :
GRANT SELECT ON S TO BUDI
GRANT SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI
REVOKE : mencabut wewenang yang dimiliki oleh pemakai
Syntax : REVOKE <priviledge list> ON <nama relasi/view> FROM <pemakai>
Contoh :
REVOKE SELECT ON S TO BUDI
REVOKE SELECT,UPDATE (STATUS,KOTA) ON S TO ALI,BUDI
Priviledge list : READ, INSERT, DROP, DELETE, INEX, ALTERATION,
RESOURCE
3. Backup data dan recovery :
Backup : proses secara periodik untuk mebuat duplikat ari database dan melakukan
logging file (atau program) ke media penyimpanan eksternal.
Jurnaling : proses menyimpan dan mengatur log file dari semua perubahan yang dibuat di
database untuk proses recovery yang efektif jika terjadi kesalahan.
Isi Jurnal :
 Record transaksi
1. Identifikasi dari record
2. Tipe record jurnal (transaksi start, insert, update, delete, abort, commit)
3. Item data sebelum perubahan (operasi update dan delete)
4. Item data setelah perubahan (operasi insert dan update)
5. Informasi manajemen jurnal (misal : pointer sebelum dan record jurnal
selanjutnya untuk semua transaksi
 Record checkpoint : suatu informasi pada jurnal untuk memulihkan database dari
kegagalan, kalau sekedar redo, akan sulit penyimpanan sejauh mana jurnal untuk
mencarinya kembali, maka untuk membatasi pencarian menggunakan teknik ini.
Recovery : merupakan upaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang
dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
3. Jenis Pemulihan :
1. Pemulihan terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang
dapat mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
2. Pemulihan terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media
dengan cara mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
3. Pemulihan terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik
terputus alirannya.
Fasilitas pemulihan pada DBMS :
1. Mekanisme backup secara periodik
2. fasilitas logging dengan membuat track pada tempatnya saat transaksi
berlangsung dan pada saat database berubah.
3. fasilitas checkpoint, melakukan update database yang terbaru.
4. manager pemulihan, memperbolehkan sistem untuk menyimpan ulang database
menjadi lebih konsisten setelah terjadinya kesalahan.
Teknik Pemulihan :
1. defered upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan
berlangsung sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi
kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo
untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
2. Immediate Upadate / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera
tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan
diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui
sebelum terjadi kegagalan.
3. Shadow Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari
2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan
sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan
selama berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke
database, tabel bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya
adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat
terjadinya fragmentasi.
4. Kesatuan data dan Enkripsi :
Enkripsi : keamanan data
 Integritas :metode pemeriksaan dan validasi data (metode integrity constrain),
yaitu berisi aturan-aturan atau batasan-batasan untuk tujuan terlaksananya
integritas data.
 Konkuren : mekanisme untuk menjamin bahwa transaksi yang konkuren pada
database multi user tidak saling menganggu operasinya masing-masing. Adanya
penjadwalan proses yang akurat (time stamping).
Fasilitas Keamanan Database
Keamanan database tersedia pada versi Educator ke atas. Keamanan database diatur oleh
Properti Database. Berikut ini adalah properti database yang digunakan untuk keamanan
database BOCSoft eQuestion.
Properti Keterangan
1. Publikasi Apakah database dipublikasikan? Database yang telah
dipublikasikan tidak bisa dipublikasikan ulang.
Proses publikasi adalah mempublikasikan database untuk
konsumsi publik. Proses ini meliputi pengaturan properti
lain: Proteksi; Hanya Baca; Dapat Dibaca eQuestion
Lain; dan Dapat Diimpor.
2. Proteksi Jika database diproteksi, setiap menggunakan database,
pengguna akan dimintai password/kata kunci sebagai
pengaman database. Password ditentukan oleh pembuat
database.
3. Hanya Baca
(Read-Only)
Data dalam database yang "Hanya Baca" tidak bisa
ditambah, diedit, atau dihapus.
4. Dapat Dibaca
eQuestion Lain
Jika properti ini diset "Tidak" maka database hanya bisa
dibaca oleh BOCSoft eReader dan tidak bisa dibaca oleh
BOCSoft eQuestion lain.
5. Dapat Diimpor Jika properti ini diset "Ya" maka data dari database
eQuestion bisa digabungkan dengan database eQuestion
lain dengan versi yang sama.
Tingkatan Pada Keamanan Database
1. Fisikal ; lokasi-lokasi dimana terdapat sistem komputer haruslah aman secara fisik
terhadap serangan perusak.
2. Manusia ; wewenang pemakai harus dilakukan dengan berhati-hati untuk mengurangi
kemungkinan adanya manipulasi oleh pemakai yang berwenang
3. Sistem Operasi ; Kelemahan pada SO ini memungkinkan pengaksesan data oleh
pihak tak berwenang, karena hampir seluruh jaringan sistem database menggunakan
akses jarak jauh.
4. Sistem Database ; Pengaturan hak pemakai yang baik.
Enkripsi Untuk Keamanan Database
Salah satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan computer untuk menjamin
kerahasian data adalah enkripsi. Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan perubahan
sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak bisa dimengerti
(tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau chiper. Sebuah sistem
pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah didefinisikan untuk
mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian dari informasi yang dikirim.
Sebuah chiper menggunakan suatu algoritma yang dapat mengkodekan semua aliran data
(stream) bit dari sebuah pesan menjadi cryptogram yang tidak dimengerti (unitelligible).
Karena teknik cipher merupakan suatu sistem yang telah siap untuk di automasi, maka
teknik ini digunakan dalam sistem keamanan komputer dan network.
Pada bagian selanjutnya kita akan membahas berbagai macam teknik enkripsi yang biasa
digunakan dalam sistem security dari sistem komputer dan network.
A. Enkripsi Konvensional.
Proses enkripsi ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks ->Algoritma Dekrispsi -> Plain teks
User A | | User B
|———————-Kunci (Key) ——————–|
Gambar 1
Informasi asal yang dapat di mengerti di simbolkan oleh Plain teks, yang kemudian oleh
algoritma Enkripsi diterjemahkan menjadi informasi yang tidak dapat untuk dimengerti
yang disimbolkan dengan cipher teks. Proses enkripsi terdiri dari dua yaitu algoritma dan
kunci. Kunci biasanya merupakan suatu string bit yang pendek yang mengontrol
algoritma. Algoritma enkripsi akan menghasilkan hasil yang berbeda tergantung pada
kunci yang digunakan. Mengubah kunci dari enkripsi akan mengubah output dari
algortima enkripsi.
Sekali cipher teks telah dihasilkan, kemudian ditransmisikan. Pada bagian penerima
selanjutnya cipher teks yang diterima diubah kembali ke plain teks dengan algoritma dan
dan kunci yang sama.
Keamanan dari enkripsi konvensional bergantung pada beberapa factor. Pertama
algoritma enkripsi harus cukup kuat sehingga menjadikan sangat sulit untuk mendekripsi
cipher teks dengan dasar cipher teks tersebut. Lebih jauh dari itu keamanan dari algoritma
enkripsi konvensional bergantung pada kerahasian dari kuncinya bukan algoritmanya.
Yaitu dengan asumsi bahwa adalah sangat tidak praktis untuk mendekripsikan informasi
dengan dasar cipher teks dan pengetahuan tentang algoritma diskripsi / enkripsi. Atau
dengan kata lain, kita tidak perlu menjaga kerahasiaan dari algoritma tetapi cukup dengan
kerahasiaan kuncinya.
Manfaat dari konvensional enkripsi algoritma adalah kemudahan dalam penggunaan
secara luas. Dengan kenyataan bahwa algoritma ini tidak perlu dijaga kerahasiaannya
dengan maksud bahwa pembuat dapat dan mampu membuat suatu implementasi dalam
bentuk chip dengan harga yang murah. Chips ini dapat tersedia secara luas dan
disediakan pula untuk beberapa jenis produk. Dengan penggunaan dari enkripsi
konvensional, prinsip keamanan adalah menjadi menjaga keamanan dari kunci.
Model enkripsi yang digunakan secara luas adalah model yang didasarkan pada data
encrytion standard (DES), yang diambil oleh Biro standart nasional US pada tahun 1977.
Untuk DES data di enkripsi dalam 64 bit block dengan menggunakan 56 bit kunci.
Dengan menggunakan kunci ini, 64 data input diubah dengan suatu urutan dari metode
menjadi 64 bit output. Proses yang yang sama dengan kunci yang sama digunakan untuk
mengubah kembali enkripsi.
B. Enkripsi Public-Key
Salah satu yang menjadi kesulitan utama dari enkripsi konvensional adalah perlunya
untuk mendistribusikan kunci yang digunakan dalam keadaan aman. Sebuah cara yang
tepat telah diketemukan untuk mengatasi kelemahan ini dengan suatu model enkripsi
yang secara mengejutkan tidak memerlukan sebuah kunci untuk didistribusikan. Metode
ini dikenal dengan nama enkripsi public-key dan pertama kali diperkenalkan pada tahun
1976.
Plain teks -> Algoritma Enkripsi -> Cipher teks -> Algoritma Dekrispsi -> Plain teks
User A | | User B
Private Key B —-|
|———————-Kunci (Key) ——————–|
Gambar 2
Algoritma tersebut seperti yang digambarkan pada gambar diatas. Untuk enkripsi
konvensional, kunci yang digunakan pada prosen enkripsi dan dekripsi adalah sama.
Tetapi ini bukanlah kondisi sesungguhnya yang diperlukan. Namun adalah dimungkinkan
untuk membangun suatu algoritma yang menggunakan satu kunci untuk enkripsi dan
pasangannya, kunci yang berbeda, untuk dekripsi. Lebih jauh lagi adalah mungkin untuk
menciptakan suatu algoritma yang mana pengetahuan tentang algoritma enkripsi
ditambah kunci enkripsi tidak cukup untuk menentukan kunci dekrispi. Sehingga teknik
berikut ini akan dapat dilakukan :
1. Masing – masing dari sistem dalam network akan menciptakan sepasang kunci yang
digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dari informasi yang diterima.
2. Masing – masing dari sistem akan menerbitkan kunci enkripsinya ( public key )
dengan memasang dalam register umum atau file, sedang pasangannya tetap dijaga
sebagai kunci pribadi ( private key ).
3. Jika A ingin mengisim pesan kepada B, maka A akan mengenkripsi pesannya dengan
kunci publik dari B.
4. Ketika B menerima pesan dari A maka B akan menggunakan kunci privatenya untuk
mendeskripsi pesan dari A.
Seperti yang kita lihat, public-key memecahkan masalah pendistribusian karena tidak
diperlukan suatu kunci untuk didistribusikan. Semua partisipan mempunyai akses ke
kunci publik ( public key ) dan kunci pribadi dihasilkan secara lokal oleh setiap partisipan
sehingga tidak perlu untuk didistribusikan. Selama sistem mengontrol masing – masing
private key dengan baik maka komunikasi menjadi komunikasi yang aman. Setiap sistem
mengubah private key pasangannya public key akan menggantikan public key yang lama.
Yang menjadi kelemahan dari metode enkripsi publik key adalah jika dibandingkan
dengan metode enkripsi konvensional algoritma enkripsi ini mempunyai algoritma yang
lebih komplek. Sehingga untuk perbandingan ukuran dan harga dari hardware, metode
publik key akan menghasilkan performance yang lebih rendah. Tabel berikut ini akan
memperlihatkan berbagai aspek penting dari enkripsi konvensional dan public key.
 Enkripsi Konvensional
Yang dibutuhkan untuk bekerja :
1. Algoritma yang sama dengan kunci yang sama dapat digunakan untuk proses
dekripsi–enkripsi. Pengirim dan penerima harus membagi algoritma dan kunci yang
sama.
Yang dibutuhkan untuk keamanan :
1. Kunci harus dirahasiakan.
2. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi
yang telah dienkripsi.
3. Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak
mencukupi untu menentukan kunc.
 Enkripsi Public Key
Yang dibutuhkan untuk bekerja :
1. Algoritma yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi dengan sepasang kunci,
satu untuk enkripsi satu untuk dekripsi.
2. Pengirim dan penerima harus mempunyai sepasang kunci yang cocok.
Yang dibutuhkan untuk keamanan :
1. Salah satu dari kunci harus dirahasiakan.
2. Adalah tidak mungkin atau sangat tidak praktis untuk menerjemahkan informasi
yang telah dienkripsi.
3. Pengetahuan tentang algoritma dan sample dari kata yang terenkripsi tidak
mencukupi untu menentukan kunci.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar